1

Xfce …and everything goes faster

view story
linux-howto

http://bakulinux.com – Xfce Logo Xfce …and everything goes faster..Yup, begitulah slogan yang dicanangkan oleh salah satu desktop environment yang cukup terkenal ini, walaupun sebenarnya Xfce masih kalah pamor dibandingkan KDE dan GNOME. Walaupun sebagian besar distribusi distro linux menggunakan desktop environment KDE dan GNOME, tetapi ada juga yang mengkhususkan menggunakan Xfce sebagai Desktop environmet defaultnya seperti Debian Xfce CD, Gentoo Linux 2008.0, Zenwalk Linux, Fedora Xfce spin, dan masih banyak yang lainnya. Seperti kata slogannya, “…and everything goes faster!”, maka desktop environment ini ditujukan agar pemakainya merasakan kelancaran dan kecepatan system dalam penggunaannya. Jika dirasakan, Xfce memang terasa lebih ringan dibandingkan KDE dan GNOME. Dibalut dengan tampilan yang cukup simple tetapi cukup menarik, desktop environment ini bekerja dengan leluasa tanpa adanya hambatan. Xfce yang dikembangkan oleh banyak pihakdan sudah mencapai versi 4.4.3, saat ini, seperti GNOME, dikembangkan menggunakan GTK+ 2 toolkit. Xfce menggunakan window manager miliknya sendiri yaitu Xfwm yang dapat menampilkan efek yang cukup memukau untuk tampilan yang simpel dari Xfce seperti drop shadow behind windows dan juga semi-transparent windows dan panel. Efek di Xfce Tidak seperti pada KDE dan GNOME yang jika menggunakan efek sejenis ini akan menjadikannya berjalan sangat berat dan bahkan seringkali tidak bisa digunakan karena ketidakcocokan hardware dengan window managernya, pada Xfce tampilan ini dijalankan dengan biasa saja tanpa ada hambatan. Hal- hal tersebut menjadikan Xfce merupakan desktop environment yang sangat baik bagi kalangan yang masih menggunakan hardware dengan spesifikasi yang rendah . Proyek Xfce ini dimlai oleh Olivier Fourdan, dan nama Xfce diambil dari singkatan “XForms Common Environment”(dulunya Xfce ditulis XFCE) yang berarti desktop environment ini didasarkan pada XForms. Tetapi dalam perjalanan waktu cukup banyak distro yang menolak untuk menjadikan Xfce bagian dari proyek distro itu karena basis yang digunakan Xfce saat itu adalah XForms yang bukan merupakan software open source yang hanya gratis untuk digunakan secara pribadi. Distro- disto seperti Red Hat Linux dan Debian sangat berpegang teguh untuk selalu menggunakan software yang open source dibawah naungan lisensi GNU GPL dan sejenisnya. Oleh karena itu dimulai dari versi 3-nya, Xfce mulai menggunakan GTK+ sebagai basisnya. Aplikasi bawaan dari Xfce pun terbilang cukup lengkap, walaupun tidak selengkap milik KDE dan GNOME. Aplikasi bawaannya seperti Mouspad(simple text editor), Orage(kalender dengan fitur yang sangat lengkap), Thunar(file manager), Teminal(command line), dan yang lainnya disusun dan dibuat cukup simple untuk memenuhi slogan Xfce agar tercipta sistem yang cepat dan ringan. Tetapi terdapat juga kejanggalan- kejanggalan yang muncul saat menggunakan desktop environment ini, seperti launcher- launcher yang tidak dapat diatur sedemikian rupa menjadi seperti yang kita inginkan. Misalnya saat tasklist(secara default terdapat pada panel dibagian atas) di-remove, maka launcher lainnya akan berpindah ke sisi bagian kiri panel dan tidak dapat dipindahkan kebagian pojok kanan. Hal ini menurut saya cukup menyebalkan karena tidak sesuai dengan keinginan hati yang ingin membuat panel memiliki sisa ruang di tengah- tengah. Tetapi walaupun demikian, Secara keseluruhan Xfce bisa dikatakan desktop environment yang bagus dan bagi anda yang ingin menjalankan aplikasi yang memakan resource memory yang sangat besar, dapat menggunakan Xfce sebagai desktop environmet-nya sehingga aplikasi bisa berjalan lebih ringan dibandingkan menggunakan KDE dan GNOME. Anda cukup mendownloadnya disini maupun di web packages distro yang anda gunakan, lalu pilih session-nya menjadi Xfce …and everything goes faster!. Selamat mencoba… .(chl) (General)